Pesona Wisata Jembatan Kaca

Pesona Wisata Jembatan Kaca

Pesona Wisata Jembatan Kaca
IDN Times

Pesona Wisata Jembatan Kaca –  Jembatan adalah struktur yang melintasi rintangan seperti ngarai atau sungai, rel kereta api atau jalan raya. Jembatan dibangun agar pejalan kaki, kendaraan, atau kereta api dapat melewati rintangan. Jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur transportasi darat dan penting untuk arus lalu lintas. Jembatan biasanya menjadi bagian penting dari ruas jalan karena menentukan beban maksimum kendaraan yang melewati jalan tersebut.

Pada dasarnya jembatan digunakan untuk menghubungkan dua tempat yang terhalang oleh air atau jurang. Material jembatan yang paling umum digunakan adalah kayu, bambu dan beton. Kekuatan ketiga material ini telah diuji sejak lama. Namun, seiring perkembangan teknologi, orang mulai membuat jembatan kaca. Material pecahan kaca tersebut diolah agar kuat dan cukup kuat menahan beban berat.

Pada dasarnya jembatan digunakan untuk menghubungkan dua tempat yang terhalang oleh air atau jurang. Material jembatan yang paling umum digunakan adalah kayu, bambu dan beton. Kekuatan ketiga material ini telah diuji sejak lama. Namun, seiring perkembangan teknologi, orang mulai membuat jembatan kaca. Material pecahan kaca tersebut diolah agar kuat dan cukup kuat menahan beban berat.

1. Jembatan Kaca Kampung Warna-warni, Indonesia

Jembatan Kaca Kampung Warna-warni, Indonesia
Phinemo.com

KOMPAS.com – Warna -warna di Kota Malang, Jawa Timur kembali mengejutkan wisatawan. Jembatan kaca yang menghubungkan Kampung Warna-olor dan Kampung Tridi ini resmi dibuka untuk wisatawan. Sejak saat itu, jembatan yang melintasi Sungai Brantas ini menjadi lokasi foto baru bagi wisatawan. Kampung warna-warni ini merupakan salah satu kampung yang ada di Kampung Jodipan Kota Malang. Desa tersebut terletak di kedua tepian Sungai Brantas.

Tahun lalu, banyak mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang magang di sebuah perusahaan cat di Malang, PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indiana), mengubah kampung kumuh ini menjadi warna. Tak lama kemudian, desa seberang, Desa Kelurahan Kesatrian, melakukan inovasi yang sama. Tema desa tersebut adalah Kampung Tridi. Banyak lukisan tiga dimensi tampak menghiasi dinding rumah hunian untuk menyambut wisatawan.

Sejak saat itu, muncul ide pemersatu desa yang terpecah oleh aliran Sungai Brantas dengan membangun jembatan. Agar lebih menarik, diluncurkan sebuah jembatan kaca bernama Jembatan Kaca Ngalam Indonesia. Jembatan tersebut dirancang oleh mahasiswa teknik sipil UMM Mahatma Aji dan Khoirul di bawah bimbingan dosennya Lukito Prasetya. Jembatan tersebut dibangun dalam waktu lima bulan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indana. Mulai 8 Mei 2017 hingga 7 Oktober 2017. Jembatan tersebut dibangun dengan menggunakan model jembatan gantung. Warnanya kuning keemasan, panjang 25 meter, lebar 1,25 meter, dan tinggi 9,5 meter.

Diperkirakan jembatan tersebut mampu menampung sekitar 50 orang dengan berat 250 kilogram. Meski namanya jembatan kaca, tidak seluruh lantai jembatan terbuat dari kaca. Lantai kaca hanya berada di tengah lantai jembatan.

2. Glacier Skywalk, Kanada

Glacier Skywalk, Kanada
Liputan6.com

melpb-chamber – Bayangkan bagaimana jadinya jika Anda berdiri di atas gedung bertingkat tinggi dan melihat lurus ke bawah. Pasti mengerikan, bukan? Sekarang, perasaan ini diberikan oleh jembatan langit gletser di Kanada. Namun yang membedakan adalah saudara-saudara di sini tidak berdiri di atas gedung, melainkan di atas jembatan kaca yang tingginya 280 meter dan dikelilingi pegunungan yang tertutup salju.

Glacier Skywalk sendiri merupakan jembatan kaca yang terletak di Jasper National Park, Kanada. Jembatan dibuka pada tanggal 1 Mei 2014 dan dapat memberikan pengalaman serta perasaan yang membuat jantung Anda berdebar lebih kencang. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, glacier skywalk berada di ketinggian 280 meter. Selain itu, jembatan kaca menjorok 35 meter dari tebing dan bisa mencapai panjang 400 meter. Bagi wisatawan yang takut bepergian ke dataran tinggi, perjalanan di udara gletser akan menjadi mimpi buruk. Namun, jika saudara menyukai tantangan, berdiri di jembatan gletser akan sangat mengasyikkan.

Glacier skywalk memberikan pemandangan yang sangat indah, yang tentunya hanya bisa dilihat dari sana. Dari atas jembatan kaca, Anda bisa melihat pemandangan hutan yang terlihat jelas di bawah kaki Anda. Pada saat yang sama, jika Anda melihat ke depan, Anda akan melihat sederetan pegunungan yang tertutup salju yang begitu indah. Jembatan kaca setinggi 280 meter ini diproduksi oleh Perusahaan Perjalanan Brewster Kanada. Untuk membangun jembatan ini, mereka menghabiskan waktu lima tahun dan menghabiskan hampir 19 juta dolar AS (sekitar Rp 218 miliar).

Awalnya, pembangunan jembatan kaca ini ditentang warga sekitar karena diyakini dapat merusak lingkungan. Tetapi biro Perjalanan Brewster di Kanada sendiri sangat meyakini mereka bahwa jembatan kaca flyover gletser ini akan menjadi perahu pendidikan. Pengunjung jembatan ini akan dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat tentang Taman Nasional Jasper. Untuk menikmati pemandangan glacier sky bridge, Anda harus membayar tiket sebesar 24,95 dolar Kanada atau Rp 262.000. Untuk anak-anak sendiri harga tiketnya 12,5 dollar Kanada atau sekira 128.000 rupiah.

3. Coiling Dragon Cliff Walk, China

Coiling Dragon Cliff Walk, China
Pinterest

Di China, jembatan kaca menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi, terutama bagi mereka yang menyukai tempat wisata ekstrim dan memacu adrenalin. Di China, jembatan kaca sangat populer di kalangan wisatawan. Bahkan terkenal di luar negeri. Dapatkah Anda membayangkan perasaan akan semakin tinggi? Beberapa orang mungkin merasa takut, tetapi beberapa orang menganggapnya lucu. Di Couiling Dragon Cliff Walk, Anda akan mendapatkan pengalaman berjalan di atas ketinggian 1.500. Namun pengalaman di sini akan sangat menarik karena Anda akan berjalan di atas jembatan kaca. Yang menarik dari objek wisata yang memacu adrenalin ini adalah jembatan kaca ini menghubungkan puncak antara dua puncak, ketinggian puncak kedua sekitar 1400. Di antara dua gunung terpanjang di dunia tersebut, terdapat sebuah jembatan kaca.

Dapatkah Anda membayangkan perasaan akan semakin tinggi? Beberapa orang mungkin merasa takut, tetapi beberapa orang menganggapnya lucu. Di Couiling Dragon Cliff Walk, Anda akan mendapatkan pengalaman berjalan di atas ketinggian 1.500. Namun pengalaman di sini akan sangat menarik karena Anda akan berjalan di atas jembatan kaca. Yang menarik dari objek wisata yang memacu adrenalin ini adalah jembatan kaca ini menghubungkan puncak antara dua puncak, ketinggian puncak kedua sekitar 1400. Di antara dua gunung terpanjang di dunia tersebut, terdapat sebuah jembatan kaca.

Ketebalan kacanya yang lebih dari 6 cm membuat perjalanan Anda lebih aman, dan tentunya Anda bisa melihat pemandangan langsung di bawah jembatan. Bahkan jembatan kaca di Gunung Tianmen disebut sebagai jembatan terpanjang di China karena panjangnya 300 meter. Bahkan tidak hanya bisa dinikmati melalui jembatan kaca, karena juga bisa dinikmati dengan cara lain yaitu naik kereta gantung. Jika harus menyusuri jembatan sepanjang 300 meter saat menyusuri jembatan kaca, berbeda dengan kereta gantung, di mana Anda bisa menikmati keindahan dataran tinggi lebih dari 7 kilometer. Biasanya, perjalanan yang dibutuhkan kereta gantung ini memakan waktu sekitar 30 menit.

Baca Juga : Menjelajahi 7 Gunung Tertinggi di Dunia

4. Jembatan Hongyagu, Hebei, China

Jembatan Hongyagu, Hebei, China
Tribun Travel – Tribunnews.com

Berikutnya adalah Jembatan Hongyagu di Hebei, yang konon sudah melampaui jembatan kaca di Gunung Tianmen, Hunan, China. Bagaimana hal itu terjadi? Selain jarak yang lebih jauh, perasaan atau pengalaman berjalan di ketinggian ini juga lebih ekstrim dan mencekam. Padahal, jembatan tersebut tergolong baru, karena baru dibuka sekitar tahun 2017 lalu. Namun yang menarik dari jembatan ini adalah tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam dengan cara yang tidak biasa, tetapi juga terasa bergoyang saat melintas. Tentu sudah bisa dibayangkan kalau jembatan ini cukup ekstrim.

Meskipun menikmati pemandangan dari ketinggian adalah hal biasa, Anda pasti akan terkesan dengan pemandangan di atas jembatan kaca yang berayun. Namun, untuk menikmati pengalaman terbaik di jembatan ini, Anda perlu memakai sepatu khusus. Tujuannya bukan untuk menggores jembatan kaca, agar tidak cepat merusak permukaan pengaman kaca jembatan.

Bagi yang ingin merasakan perjalanan adrenalin ini tidak perlu khawatir, karena sudah ada beberapa staf di jembatan yang siap membantu para wisatawan yang ketakutan untuk menyeberang jembatan. Namun perlu diingat bahwa jembatan kaca yang panjangnya lebih dari 400 meter hanya mampu menampung 500-600 orang saja. Tentu saja, ini demi keamanan para wisatawan itu sendiri.

5. Shilinxia Viewing Platform, China

.

Shilinxia Viewing Platform, China
Lonely Planet

Di China, objek wisata menarik berikutnya adalah Shinlixia Observation Deck. Objek wisata ekstrim ini berada di kawasan Tembok Besar China. Berbicara tentang Tembok Besar China, Anda pasti sering mendengarnya. Namun siapa sangka masih ada tempat wisata menarik lainnya di kawasan tersebut. Di area lembah terdapat anjungan yang terbuat dari kaca dengan ketinggian lebih dari 30 meter dan panjang lebih dari 400 meter. Total panjang platform setinggi 11 meter adalah tempat terbaik untuk menikmati keindahan lembah. Butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk menjelajahi pengalaman di sini.

Dikatakannya, Sony Observatory juga merupakan salah satu jembatan terbesar di dunia. Dari segi keamanan, Anda tidak perlu khawatir, karena platform tersebut dapat menahan beban hingga 150 ton. Atau kalau sama dengan beban personel bisa menampung kurang lebih 2.000 orang.

Bagi yang sangat suka melakukan aktivitas yang memacu adrenalin, tiga posisi ekstrem di atas mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Tentunya dengan mengunjungi beberapa tempat di atas maka pengalaman berwisata dan berlibur akan semakin seru dan berkesan.

Baca Juga : 8 Destinasi Yang Ada Malaysia

6. Jembatan Kaca Buntu Burake

Jembatan Kaca Buntu Burake
Phinemo.com

Jembatan kaca Buntu Burake dibuka pada 23 Desember 2018. Panjangnya 90 meter dan ketebalan kaca maksimal 2.5 cm. Jembatan kaca terbuat dari kaca temper tahan panas. Kekuatan angin, tekanan air, perubahan suhu dan kekuatan benturan material ini tiga sampai lima kali lipat. Percobaan di jembatan ini juga telah dilakukan. Oleh karena itu, aman untuk berjalan dan digunakan. Kehadiran jembatan kaca Buntu Burake yang resmi dibuka belum lama ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. Itu didirikan untuk mendukung objek wisata tertinggi di dunia dari patung Yesus Bentu Burake. Diketahui sebelumnya bahwa patung Yesus Buntu Burake telah selesai dibangun. Ia adalah salah satu daya tarik Buntu Burake di Tana Toraja.

Kecemerlangan jembatan kaca Buntu Burake yang mempesona membuat banyak orang penasaran untuk melihatnya. Tak heran jika wisatawan harus antre untuk memasuki kawasan ini. Waktu untuk menikmati jembatan kaca ini juga sangat terbatas. Itu sekitar 18 menit. Setiap pengunjung juga diminta membuka sepatu dan menggantinya dengan sepatu yang disediakan pengelola. Sebanyak 20 pasang sepatu dikirim langsung dari China.

Jembatan Kaca Buntu Burake terletak di kawasan wisata patung Yesus Buntu Burake. Di Kecamatan Makalé, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Pusat kota Makale, ibu kota Tana Toraja, hanya berjarak sekitar 5 kilometer. Sedangkan tiket masuk kawasan jembatan kaca adalah Rp 50.000 per orang. Jembatan kaca Buntu Burake di Tana Toraja patut untuk dikunjungi. Ia menambahkan destinasi wisata Bentu Burake, patung Yesus tertinggi di dunia. Tertarik mencoba perasaan ini? Tes adrenalin? Atur secepat mungkin!

7. Jembatan Kaca Berendeng

Jembatan Kaca Berendeng
Phinemo.com

Jembatan kaca Berendeng diresmikan oleh Wali Kota Sachrudin pada awal Februari 2018 lalu dan langsung menjadi destinasi pilihan warga Tangerang untuk berfoto di Instagram atau berfoto bersama rekan kerja. Jembatan yang menghubungkan Kota Tangerang atau Benden dan Gerendeng itu berada di atas Sungai Cisadane. Seluruhnya terbuat dari kaca, persis seperti jembatan kaca biasa. Namun, bagian transparan hanya berada di kiri, kanan dan tengah jembatan.

Jembatan tersebut bisa dinaiki sekitar 60 orang, masing-masing dengan beban maksimal 80 kg. Tinggi jembatan sekitar 5 meter dari sungai. Pengunjung dapat melihat seluruh Sungai Cisadane dari jembatan kaca yang lebih tinggi. Jembatan ini sering dikunjungi wisatawan, baik untuk berfoto maupun nongkrong. Lokasi ini tidak sulit ditemukan karena berada di tengah kota Tangerang sehingga mudah dijangkau dengan berbagai jenis kendaraan dan angkutan umum.

Soal keselamatan, jembatan ini tidak hanya memenuhi standar jenis kaca, tetapi juga memenuhi kekuatan untuk menahan cuaca dan beban pengunjung. Di sekitar jembatan ada tempat jajan murah meriah. Bila sudah puas dengan Sungai Cisadane yang bisa Anda kagumi dari jembatan kaca, Anda bisa berjalan kaki menyusuri tepi Cisadane menuju taman di tepi sungai, seperti Paddle Park.

8. Jembatan Kaca Pantai Nguluran

Jembatan Kaca Pantai Nguluran
Data Wisata

Pantai Nguluran memiliki daya tarik baru dengan tampilan yang sangat unik yaitu berupa jembatan kaca di garis pantai.Seperti tempat wisata fotografi modern, objek wisata ini terlihat mempesona dan indah. Hanya dari atas jembatan kaca pengunjung bisa melihat keindahan Pantai Nguluran yang menakjubkan. Tentunya bisa dijadikan tempat yang bagus untuk selfie. Selama ini jembatan kaca menjadi topik yang menarik di kalangan netizen tentang keindahan wisata gunung kidul, karena terlihat sangat keren dari foto-foto yang mengalir di internet. Keberadaan titik jembatan kaca menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin pergi ke Pantai Nguluran di GurungKiduL.

Wisata pantai Nguluran memiliki pesona pemandangan alam, dan pesonanya tidak kalah dengan rangkaian wisata pantai yang dimiliki oleh Gunung Kidul, seperti Pantai Baron dan Pantai Kraka. Saat anda menginjakkan kaki di Pantai Nguluran, anda akan langsung merasakan pemandangan alam lautan yang eksotis dan suasana udara sejuk khas Pantai Gunung Kidul.

Harga tiket wisatanya tidak mahal, anda hanya perlu membayar pantai Nguluran sebesar Rp. 5.000 per orang. Selain itu, jika membawa mobil pribadi, pengunjung akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 2.000 sepeda motor dan Rp. 5.000 kendaraan. Tiketnya murah, ya bisa langsung berfoto dan berfoto di objek wisata pertama jembatan kaca nguluran di gunung kidul begitu sampai disana.

Bagi yang penasaran dan mengunjungi objek wisata Jembatan Kaca Nguluran, lokasinya ada di Desa Girikarto di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terdapat Pantai Gengsis di sebelah barat daya Pantai Nguluran, jadi saat anda berwisata ke Pantai Nguluran, anda bisa mengikuti rute menuju Pantai Gengsis dan dilanjutkan ke Pantai Nguluran. Lokasi wisata ini jauh dari pusat pemerintahan Gunungkidul, Jalan Wonosari yang memakan waktu setidaknya satu jam, dan berjarak 34 kilometer dari Pantai Nguluran. Berikut adalah navigasi dari peta pantai GK Nguluran. Di Rute Pantai Nguluran, Anda bisa memulai dari Yogyakarta, kemudian melewati jalan lingkar Jogja-Wonosari, melewati Jalan Piyungan, dan melewati kawasan Patuk. Saat Anda tiba di Bandara Gading, silakan menuju ke jalan Playen ke arah yang benar. Lanjutkan melalui Paliyan kemudian menuju Girikarto untuk menemukan lokasi jembatan kaca Nguluran.

Share and Enjoy !

Shares
Tags: