6 Tempat Wisata di Pontianak Terkini yang Tidak Sering Diketahui

6 Tempat Wisata di Pontianak Terkini yang Tidak Sering Diketahui

6 Tempat Wisata di Pontianak Terkini yang Tidak Sering Diketahui
wisata lengkap

Tempat Wisata di Pontianak –  Dikenal karena wilayahnya yang dilewati garis khatulistiwa yang dapat menjadikan ibukota provinsi Kalimantan Barat ini sering sekali mendapatkan julukan selaku kota khatulistiwa. Tetapi tidak cuma sekedar itu saja yang menarik karena Pontianak memiliki banyak destinasi darmawisata yang hendak memanjakan durasi prei Kalian. Kota pontianak yakni salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat atau KALBAR yang merupakan sekaligus ibukota dari provinsi itu. Kota ini pula dikenal berlaku seperti kota khatulistiwa sebab dilewati oleh garis khatulistiwa.

Di bagian utara kota ini persisnya di Siantan, juga ada Monumen Khatulistiwa yang berdiri pada tempat yang dilewati garis khatulistiwa. Tidak hanya itu, kota ini juga dilewati oleh 2 sungai besar yang sekaligus menjadi lambang Kota Pontianak ialah sungai Kapuas serta sungai Landak. Nah, kali ini alawisata berkesempatan untuk membagikan informasi menganai tempat wisata yang terdapat di kota Pontianak. Tidak hanya sungai Kapuas serta sungai Landak yang juga dijadikan sebagai tempat wisata, nyatanya Pontianak juga menaruh beraneka ragam wisata yang lain loh. Ditambah lagi dengan perkembangan aspek semacam perdagangan, pertanian serta yang lain juga yang lumayan cepat menimbulkan sebagian subjek wisata pontianak terkini.

untuk memudahkan perjalanan liburan kamu, alawisata akan memberikan sebagian refrensi tempat wisata yang terdapat di kota Pontianak yang pastinya pantas untuk kamu datangi.

1. Keraton Kesultanan Kadriah

Keraton Kesultanan Kadriah
Backpaper Jakarta

melpb-chamber – Istana ataupun Kraton Kadriyah ialah salah satu gedung yang jadi fakta berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771 oleh baginda Syarif Abdurrahman Alkadrie. Lokasinya dengan cara administratif terletak di kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. sejarah mengatakan kalau pada tahun itu sudah berdiri 2 bangunan berupa masjid Jami’ serta istana Kadriah pembukaan awal hutan di persimpangan sungai Landak, sungai Kapuas Kecil, serta sungai Kapuas Besar untuk tempat tinggal.

lokasi : Maps

tiket Masuk: Rp 5. 000

Jam Buka: 10. 00- 18. 00

Kraton Kadriah yang sudah dewasa lebih dari 300- an tahun ini mempunyai lingkungan gedung yang akbar yang berdiri di tepi bengawan. Memiliki dimensi dekat 30 x 50 meter, gedung kastel terdiri atas 3 kadar dan Mengenai inilah yang menjadikannya selaku kastel terhambur yang dipunyai Kalimantan Barat. asal usul pendek mengatakan kalau baginda Abdurrhaman bertahta hingga tahun 1808, sehabis itu selanjutnya digantikan oleh baginda Kasim Alkadrie hingga tahun 1819. Karena ditawan Jepang pada tahun 1944 baginda Muhammada Alkadri yang luang berprofesi tahta, akhirnya digantikan oleh baginda Thah Alkadri pada tahun 1945. diisyarati dengan masuknya atentara kawan sesudah menaklukkan Jepang, sehabis itu baginda Hamid II Alkadrie( si penggemar ikon Garuda ataupun ikon Negera Indonesia) dinobatkan selaku baginda Pontianak tahun 1950 jadi saksi kerajaan Pontianak telah dilebur namanya jadi Provinsi Kalimantan Barat.

Didalam Kraton Kadriah ini ada banyak sekali barang peninggalan sejarah. Semacam kursi singgasana, tempayan, keris pusaka, tombak penobatan, pedang, cermin seribu, pakaian kerajaan. Alqur’ an dan sedang banyak barang sejarah yang lain. Alqur’ an yang terdapat di dalam istana mempunyai umurlebih dari 2 abad serta ialah Alqur’ an yang langsung ditulis sendiri oleh baginda Abdurrahman. kaca seribu itu kaca pemberian orang Perancis pada tahun 1823 , disebut seribu karena pantulannya mampu memantulakn bayang- bayang kita sampai ribuan kali.

Adat istiadat yang masih dijalani di keraton ini merupakan acara pernikahan, gunting rambut bayi, tepong tawar dan lain- lain, dimana orang luar kraton tidak diperkenankan untuk melaksanakan perkawinan di dalam kraton. Sebaliknya tepung tawar sendiri merupakan kegiatan pembersihan keris pusaka oleh para ahli waris kesultanan Pontianak di keraton Kadriah.

2. Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa
Travelpromo

Kota Pontianak sama dengan khatulistiwa. Kota ini jadi salah satu kota yang dilewati garis khatulistiwa, garis lintang nihil bagian atau lazim diucap selaku equator. Di kota inilah dibentuk suatu tower yang diberi julukan monumen Khatulistiwa, suatu tower yang di bangun oleh regu penjelajahan geografi yang dipandu seorang pakar geografi berkebangsaan Belanda.

monumen Khatulistiwa terlerakdi rute Khatulistiwa, yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara, di provinsi Kalimantan Barat. Membidik monumen ini dapat dilakukan dengan menempuh dengan waktu yang berkisar 30 menit jika kalian menempuh dari pusat Kota Pontianak ini. monumen ini dibentuk pada tahun 1928 dengan memakai ilmu astronomi. Pengukuran yang dicoba oleh para pakar geografi dikala itu tanpa memakai alat- perlengkapan yang mutahir sejenis satelit atau GPS. Para pakar ini cuma berdasar pada garis yang tidak smooth( garis yang tidak datar atau beriak) dan beralasan pada barang- benda alam sejenis rasi bintang.

lokasi : Maps

Jam Operasional: Tiap Hari 07. 00– 22. 00

tiket Masuk: Rp 1. 000,-

monumen ini sehabis itu hadapi sebagian kali langkah penyempurnaan. awal, pada tahun 1930 bagian yang disempurnakan merupakan pada pilar, bundaran bersama ciri panah. Yang kedua, saat ditahun 1938 disempurnakan kembali oleh arsitek dari Indonesia Frederich Silaban. Pada penyempurnaan kali ini, gedung monumen yang terdiri dari 4 buah pilar kusen belian , masing – masing berdiameter 0, 3 m, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak 2 buah, setinggi 3, 05 m dari permukaan tanah serta tinggi tonggak bagian belakang tempat lingkaran serta anak panah petunjuk arah setinggi 4, 4 m. tonggak tersebut dibuat dari kayu belian, sejenis kayu besi ataupun kayu ulin.

 

Baca Juga : 7 Tempat wisata di Singkawang Kalimantan Barat yang Lagi Hits

 

3. Pantai Kijing

Pantai Kijing
pantainesia

pantai Kijing ialah salah satu destinasi wisata alternatif untuk masyarakat Kalimantan Barat saat mengisi liburan mereka di akhir minggu. Jarak yang luamayan dekat dengan pusat Kota Mempawah membuat pantai ini menjadi pilihan terbaik untuk wisatawan untuk mendatangi pantai Pasir panjang. Julukan pantai Kijing sendiri berawal dari semacam batu karang memanjang yang ada pada pinggir tepi pantai ini. Serta saat sebelum jadi salah satu wisata pantai, pantai Kijing ialah kawasan hutan mangrove yang dipenuhi biota laut semacam kepiting seperti juga karang. pantai Kijing mempunyai pantai yang sangat bagus, hamparan pasir putih dan dihiasi barisan tumbuhan kelapa membuat tepi laut ini terus menjadi bagus serta menarik buat didatangi.

lokasi : Maps

tiket Masuk: untuk kanak- kanak sebesar Rp 5. 000 serta untuk berusia sebesar Rp. 10. 000

Jam Buka: 24 jam( Senin- Minggu)

pantai Kijing ialah obyek wisata yang telah cukup lama, Nyatanya mempunyai failitas pendukung yang telah lumayan lengkap. Kamar kecil, ruang bilas setelah berenang di laut sudah ada di kawasan wisata ini. Ada juga restoran, cafe sampai warung- warung kecil pedagang makanan serta minuman, parkir kendaraan yang lumayan luas, ATM Mandiri dan tempat perbadatan semacam musholla serta juga vihara.

Terdapat juga sebagian gazebo yang bisa dipergunakan wisatawan untuk bersantai serta bersembunyi dari sengatan matahari. area taman juga ada disini, apalagi pengelola menyediakan panggung pementasan yang menunjukkan bermacam kegiatan hiburan di pantai Kijing ini. Sayangnya walaupun sudah ada tempat sampah umum, kawasan ini tergolong pantai yang agak kotor sebab terdapat banyak sampah yang berserakan. Seharusnya wisatawan dapat bijak dalam hal kebersihan saat berkunjung di pantai ini.

Patung- patung yang terdapat pada pantai ini semacam patung kuda serta gajah didapati rusak serta tangga untuk menuju bukit juga telah ditumbuhi banyak rerumputan sehingga terkesan kusam serta tidak terpelihara. Obyek wisata pantai Kijing ialah destinasi wisata pinggir laut di sungai Kunyit, Pontianak. pantai dengan sekitar 20 hektar ini menyuguhkan pemandangan indahnya pantai serta juga laut- nya. saat merambah pantai Kijing, Kamu akan bisa memandang kelompok bukit di sisi kiri, serta sepanjang mata memandang pas dihadapan terbentang hamparan pasir putih nan bagus di sejauh garis pantainya. Wisatawan bisa menikmati hidangan keindahan pemandangan alam perairan laut dari pantai Kijing ini.

4. Aloe Vera Centre

Aloe Vera Centre
blogger

Kalimantan Barat memiliki sejarah lidah buaya untuk kebutuhan sehari hari, khsusnya kota Pontianak. hampir diseluruh wilayah Kota Pontianak mempunyai struktur tanah gambut yang mana mempunyai tingkatan Ph ataupun keasaman yang tinggi, perihal ini menyebabkan tumbuhan lidah buaya dapat tumbuh dengan subur. Lidah Buaya Pontianak tercantum dalam jenis Aloevera Chinensis. jenis Lidah buaya ini bisa terus dipanen sampai umur 12 sampai 13 tahun. Di daerah Pontianak, lidah buaya ini bisa bertumbuh menjadi lidah buaya yang mempunyai kualitas luar biasa karena setiap pelepahnya mempunyai berat sekitar 0, 8 hingga 1, 2 kg.

Bila dibanding dengan jenis lain semacam lidah buaya Amerika serta Tiongkok yang beratnya hanya 0, 5 hingga 0, 6 kg, tentu Lidah Buaya Pontianak merupakan komoditi istimewa. Umumnya, setelah dewasa 10 hingga 12 bulan, lidah buaya Pontianak dapat panen setiap bulan. keunggulan lidah buaya Pontianak sangat diakui dunia. Oleh sebab itu, lidah buaya pontianak telah banyak melambung ke luar negara.

loaksi : Maps

jam buka: setiap hari senin- jumat mulai jam 08. 00–16. 00

tiket masuk: sebesar Rp. 5. 000

membangunan kawasan ini ialah hasil dari kerja sama antara pemerintah Kota Pontianak dengan badan penelitian serta Pengembangan( Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat. Aloe Vera Center Pontianak telah berkembang sangat pesat serta berhsil berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan Asli daerah( PAD) Kota Pontianak. Dengan terdapatnya pusat pengembangan ini, sanggup membagikan bermacam berbagai inovasi dalam pengembangan budidaya, mulai dari penamanan sampai hasil olahan. Dari yang awal mulanya cuma dikembangkan sebagai bahan minuman lidah buaya khas pontianak. Lidah buaya banyak dikembangkan menjadi bermacam produk olahan mulai dari minuman, jenang, jelly, kerupuk, dan lain- lain.

Di area ini, Kamu dapat memandang langsung pohon karas Pontianak yang terkenal di bumi global. Kamu hendak memandang tumbuhan lidah buaya raksasa yang belum sempat Kamu amati tadinya, tertata apik jadi satu. Bila kita mengajak kanak- kanak ataupun anak didik buat melaksanakan langsung kekayaan tumbuhan yang kita punya, kunjungan ke Aloe Vera Center di Pontianak hendak amat mengasyikkan. Aku berambisi senantiasa terdapat kebesarhatian serta keingintahuan buat pembaruan serta membudidayakan buaya ldah supaya angka ekonominya lalu bertambah.

Tidak hanya itu, kita juga akan diberitahu hal manfaat serta isi lidah buaya dengan cara lebih perinci. Sebagian kandungannya diantara lain merupakan Vit A, B1, B2, B12, C, E, bermacam berbagai mineral serta Asam Amino. Ada juga sebagian khasiat dari nutrisi serta vitamin itu ialah sebagai antri mikroba melawan bakteri pathogen, sebagai pembersih badan, untuk menstabilkan kadar kolesterol pada darah, pelindung tubuh sebab mempunyai kandungan antibiotic, bahan ini juga dapat memperlambat penuaan dini, dan bahan anti luka bakar. Dengan mengenali khasiat dari sari lidah buaya itu, pasti kita akan bisa memakainya dengan cara lebih maksimum. kawasan Aloe Vera Center merupakan syurga untuk penikmat lidah buaya. Bagus untuk mereka yang membutuhkan khasiat dari manfaat lidah buaya atau angka ekonomisnya. Yakinkan untuk berkunjung ke tempat satu ini saat kamu di kota Pontianak. Sebab kamu dapat merasakan wisata yang bisa menaikkan ilmu tentang kesehatan.

 

Baca Juga : Destinasi Wisata di Jayawijaya Tidak Lengkap Kalau Tak ke Sana

 

5. Masjid Jami’ Pontianak,

Masjid Jami’ Pontianak
suara.com

masjid sultan Syarif Abdurrahman ataupun juga dapat disebut juga masjid Jami’ Pontianak ini, dibangun sekitar tahun 1771. Masjid yang dibuat oleh sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, jadi salah satu saksi terbentunya kota pontianak pada saat itu. Pada awal mulanya masjid Jami’ cuma suatu masjid yang sederhana. menurut suatu hikayat legenda yang ada, masjid atau tempat beribadah itu mulai dibentuk pada era rezim baginda Syarif Usman dekat tahun 1819 hingga 1855.

Dimana uraian hal pendirian langgar Jami’ dapat dicermati dari inskripsi graf Arab yang ada di atas arena. Dimana pada inskripsi itu tercatat jika langgar Jami’ Pontianak dibentuk oleh baginda Syarif Abdurrahman pada hari Selasa bulan Muharram tahun 1237 Hijriah. Namun buat menggapai wujud yang terlihat sejenis dikala ini, langgar Jami’ telah hadapi penyempurnaan yang sudah dicoba baginda baginda berikutnya.

loaksi : Maps

jam buka: setiap hari selama 24 jam

karcis masuk: gratis

masjid Jami’ Pontianak mempunyai mimbar tempat berkhutbah yang lumayan istimewa serta berbeda dengan masjid yang lain. Dimana mimbar tersebut sejenak bentuknya terlihat mirip semacam geladak kapal. Tidak cuma itu, pada bagian kanan dan kiri arena pula ada kaligrafi yang ditulis pada alat kusen langit- langit . Pada bagian atap, awal mulanya atap dibuat dari rumbia. Tetapi saat ini sudah menggunakan sirap, ialah potongan kayu ulin yang memiliki ketebalan tipis.

Gedung cacat, umumnya terdapat di pusat kota ataupun dekat bangunan rezim. Tetapi posisi Langgar Jami Pontianak ini berlainan dengan langgar pada biasanya. Di bagian kiri pintu langgar ada pasar ikan konvensional. Ini merujuk pada posisi langgar yang terletak pas di atas Bengawan Kapuyas. Tidak cuma itu, di balik langgar, Dusun Beting di Dusun Dalam Bugis mempunyai pemukiman yang padat.

sehingga bisa dibilang tidak lengkap bila mendatangi kota Pontianak tetapi tidak mendatangi masjid Jami’ yang terdapat di sungai Kapuas ini. Tidak hanya berkunjung dengan cara langsung ke msajid Jami’, wisatawan dapat memandang pemadangan alam masjid dari arah sungai Kapuas. wisatawan dapat melihatnya dengan menaiki kapal wisata yang terletak di taman alun alun Kapuas. Dimana kapal tersebut beroperasi semenjak menjelang sore sampai malam hari.

Walaupun sudah berdiri lebih dari 170 tahun, tetapi masajid Jami’ masih sanggup untuk menampung banyak jamaah. Apalagi masjid tertua di Pontianak itu juga banyak wisatawan pada saat hari besar Islam, paling utama pada Hari Raya Idul Fitri. Bila Kamu akan liburan ke Pontianak, tidak terdapat salahnya untuk mendatangi gedung satu ini. Alasannya banyak angka sejarah yang bisa dipelajari dari langgar Jami’ baginda Syarif Abdurrahman. mudah- mudahan data ini berguna bagi anda yang telah membaca.

6. Rumah Adat Radakng Dayak Kalimantan Barat

Rumah Adat Radakng Dayak Kalimantan Barat
Nyero.id

Kalimantan Barat beberapa besar ditempati oleh kaum Dayak serta Melayu. Dalam bahasa Dayak Kanayatn, rumah adat di Kalimantan Barat diucap rumah jauh ataupun rumah Radakng. Rumah adat ini ialah rumah pentas dengan besar 5 hingga 8 meter dari dataran tanah, berupa persegi jauh, dengan jauh maksimum 180 meter serta luas maksimum 30 meter.

Dengan material kayu pilihan, rumah adat ini biasanya ditempati satu keluarga intidan bebrapa keluarga lain, dimana setiap keluarga menempati satu kamar. Tidak hanya selaku tempat bermukim, ruamah adat ini dipakai selaku tempat pertemuan warga, seremoni , dan bermacam ritual adat yang berada di suku Dayak. Di kota Pontianak ada salah satu kawasan yang di dalamnya terdapat replika rumah adat terbesar di Indonesa yang beranama Rumah Radakng. Rumah Radakng merupakan rumah adat Kaum Dayak yang juga menjadi landmark dari kota Pontianak setelah terdapatnya tugu Khatulistiwa.

lokasi : Maps

tiket Masuk:–

Jam Buka: 07. 00- 18. 00

Rumah ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH yang berfungsi sebagai pendorong dan tonggak fakta tingginya toleransi antar pemeluk berbudaya di Kota Pontianak serta Kalimantan Barat. sat kamu terletak di kawasan wisata ini kamu akan disambut dengan sebuah gedung raksasa dengan 6 tiang besar di depannya dan burung Enggang Gading yang menjadi simbol kegagahan serta kekuatan untuk Kaum Dayak Kalimantan Barat dibagian atasnya.

Bermacam pahatan motif serta reliefnya yang berbagai macam dan tampilan arsitekturnya yang istimewa dan megah. sanggup menarik banyak wisatawan lokal sampai mancanegara untuk tetap berkunjung ke tempat ini. bangunan Rumah adat Randakng nyatanya mempunyai nilai filosofi sesuai bentuk serta diperuntukannya yang mendefinisikan sifat kebersamaan serta toleransi antar anggota keluarga.

Bagian hulu rumah harus searah matahari keluar, sebaliknya bagian hilirnya harus searah matahari terbenam. Perihal itu melambangkan kerja keras dalam mengarungi kehidupan, mulai ari matahari keluar sampai terbenam. Berlainan pada area depannya yang kerap ditemukanarca dari kusen kayu besi yang menyamai orang ini dipakai dalam ritual mengantar roh kakek moyang ke alam surga kahyangan. Perihal itu dipercayai mampu membubarkan roh- arwah kejam. Pada intinya rumah adat Randakng inilah yang membuktikan kalau kalangan Dayak mengutamakan kemesraan dalam bermasyarakat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Tags: